SELAYANG PANDANG MASJID AMINI BETIS

Senin, 19 Agustus 2019
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam pandangan Islam masjid merupakan pusat yang sangat strategis untuk membina masyarakat yang islami. Terbukti ketika Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah sewaktu beliau hijrah maka pertama kali proyek yang beliau kerjakan adalah membangun masjid.
Masjid Sebagai Pusat Peradaban Umat Muslim
Dengan begitu sudah semestinya masjid menjadi pusat peradaban untuk umat muslim. Sehingga keberadaan masjid sangat diperlukan bagi umat muslim sebagai tempat beribadah, menimba ilmu, agama, pembinaan akhlaq, serta kegiatan positif lainnya.
Manfaat keberadaan masjid tersebut juga sangat diperlukan masyarakat dukuh Betis desa Gabus Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Sehingga salah satu warga dukuh Betis bernama Ibu Sri Amini pada tahun 1994 menginisasi pendirian masjid di Dukuh Betis yang diberi nama "Masjid Amini".

Pendirian Masjid Amini Betis diatas tanah waqaf seluas 860 m2 dengan nomor AIW PPAIW tanggal 18-2-1994 No.28/1994 dengan Waqif atas nama Ir. H. Sri Djoko Pararto yang oleh karena kesibukan beliau diwakili oleh ibundanya yaitu ibu Hj. Sri Amini dengan susunan Nadzir sebagai berikut:
1. Pak H. Sarpin S sebagai Ketua
2. Pak Sahlan, S.Pd sebagai Sekretaris
3. Pak Suanrto, S.Pd sebagai Keuangan
4. Pak Mahmudi sebagai Anggota
5. Pak Sukin sebagai Anggota

Sejak tahun 1994 pengelola/ takmir masjid Amini Betis dibawah kontrol para Nadzir yang tertera di dalam akta waqaf serta keluarga waqif di Sragen.
Pada tahun 2002, Pak H. Sri Djoko Pararto mendapatkan amanah dari ibundanya Hj. Sri Amini untuk membangun Masjid Amini yang baru betempat di sisi barat dengan teras masjid yang lebih luas sehingga dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat. Amanah lain dari ibu Hj. Sri Amini adalah memanfaatkan tanah kosong di sekitar masjid Amini untuk ditanami pohon jati agar kedepannya dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan masjid Amini.

Tahun 2002 tersebut kondisi ibu Hj. Sri Amini mulai menurun drastis dan pada tanggal 31 Maret 2002 beliau wafat menghadap Allah SWT setelah kritis di Rumah Sakit Dr. Oen di Surakarta. Sepeninggalan ibu Hj. Sri Amini, Bpk H. Sri Djoko Pararto mulai menjalankan amanah ibunya untuk mengembangkan Masjid Amini. Penanaman 4000 pohon jati emas di lokasi masjid amini seluas 4230 m2 dilakukan sebagai langkah awal menunaikan amanah dari ibundanya.

Seiring berjalannya waktu, sebagai salah satu bentuk pengoptimalan fungsi masjid amini untuk masyarakat pada tahun 2003 didatangkan dua Ustadz tetap untuk mengelola kegiatan kegamaan di masjid Amini, namun 2 Ustadz tersebut hanya bertahan sampai tahun 2006 dan kemudian digantikan oleh Ustadz dari pondok pesantren Magelang. 
Lambat laun kegiatan di Masjid Amini mulai tampak lebih baik, namun pada tanggal 2013 Ustadz dari Magelang tersebut menyudahi tugasnya di masjid amini karena koordinasi yang kurang baik dengan keluarga waqif di Sragen. Kemudian pada tahun 2014 pengelolaan kegiatan masjid amini diamanahkan kepada Ustadz dari Pondok Pesantren Al Haromain Malang.

Sebagai salah satu upaya untuk menjaga koordinasi segala pihak yang mengelola masjid amini, pada tahun 2015 Masjid Amini dikembangkan menjadi suatu yayasan yang diberi nama Yayasan Sri Amini Betis (YSAB) dengan tujuan utama untuk kemaslahatan masyarakat di bidang keagamaan, soisal dan pendidikan/kemanusiaan. Langkah awal yang dilakukan sebagai upaya pengembangan YSAB adalah menjual pohon jati yang telah ditanam untuk dibelikan pohon jati yang sudah siap pakai untuk membangun pondasi Masjid Amini dan fasilitas-fasilitas di sekitarnya antara lain ruang kelas dan rumah dinas.

Sebelum pembangunan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar yang dihadiri oleh beberapa perwakilan masyarakat dan perangkat desa, kemudian hasil sosialisasi tersebut dilaporan kepada aparat pemerintah setempat dan diadakan tasyakuran bersama sebagai bentuk kerukunan dan rasa syukur atas dilancarkannya proses sosialisasi pengembangkan masjid Amini.

Pembangunan pengembangan Yayasan Sri Aminin Betis (YSAB) dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar Betis dan jama'ah Masjid Amini. Pada tahun 2016 untuk menunjang kebutuhan YSAB dan masyarakat sekitar dibangun sumur resapan sebagai penyedia air bersih.
Proses Pengembangan YSAB
Sebagai bentuk pengoptimalan sumur resapan tersebut, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya memberikan bantuan mesin filtrasi air produk dari Gusse Technology International yang bekerjasama dengan pihak Jerman. Mesin filtrasi air tersebut nantinya digunakan untuk produksi air minum yang dikelola oleh YSAB untuk dijual dengan harga lebih murah untuk masyarakat sekitar. Namun seiring berjalannya waktu, mesin tersebut masih belum dapat dioptimalkan pengelolaannya karena beberapa hambatan yang didapati.

Tahun 2017 YSAB mulai mengadakan kerjasama dengan beberapa instansi, beberapa diantaranya adalah Pondok Pesantren Aisyiah Gemolong dan Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Sehingga dikirim 2 ustadz muda dari Gontor untuk melakukan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat).
Pelaksanaan Ikrar Waqaf YSAB
Setelah pengembangan YSAB hampir selesai dilakukan, pada tahun 2018 dilakukan Ikrar waqaf bertempat di Masjid Amini baru dengan Waqif Almh Ibu Hj. Sri Amini yang diwakili oleh Putranya yaitu Bpk. H. Sri Djoko Pararto.
Bpk. H. Sri Djoko Pararto beserta Ibu Suwarni telah mewaqafkan tanah seluas sekitar 3370 m2 termasuk di dalamnya Masjid Amini Betis kepada lembaga berbadan hukum Yayasan Sri Amini Betis (YSAB) sehingga total semua tanah waqaf adalah 4230 m2.
Kompleks YSAB beserta Masjid Amini Sebagai Objek Utama
Ikrar waqaf disaksikan oleh KUA Ngrampal, masyarakat setempat serta aparat pemerintahan setempat dan telah didaftarkan ke KEMENAG melalui BWI (Badan Waqaf Infaq) di Propinsi Jawa Tengah, dengan nomor No.1124/KUA.11.14.11/PW01/XII/2018 tanggal 18/XII/2018 yakni dari nadzir perorangan berubah ke nadzir berbadan hukum Yayasan Sri Amini Betis (YSAB)

Sejak tanggal 18 Oktober 2018 disyahkan Nadzir Masjid Amini Betis adalah Yayasan Sri Amini Betis (YSAB) yang susunan pengurusnya sebagai berikut:
1. Priyo Santoso (Ketua Umum Yayasan)
2. Trio Joko Moertopo (Sekretaris Yayasan)
3. Nawang Gundari (Bendahara Yayasan)
4. Firman Parol (Anggota Pembina Yayasan)
5. Sarpin Siswo Darsono (Anggota Pengawas Yayasan)
Logo Yayasan Sri Amini Betis (YSAB)
Tahun 2019 YSAB bekerjasama dengan STKIP Al Hikmah Surabaya untuk mendatangkan Ustadz yang ditugaskan menjadi penanggung jawab kegiatan keagamaan dan pendidikan di YSAB sebagai penunjang kemaslahatan masyarakat sekitar.
Semoga Allah memudahkan dan melancarkan tahap demi tahap pengembangan YSAB agar kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar khususnya dan umumnya untuk seluruh umat Muslim.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.





0 komentar:

Posting Komentar