HIMPUNAN (MATEMATIKA) DALAM KONTEKS ISLAM

Rabu, 29 Oktober 2014
Assalamu'alaikum kawan-kawan....
Bagaimana kabarnya?? semoga tetap selalu dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa. Aamiin :-)
Kali ini saya akan menulis tentang konsep himpunan (matematika) tentang himpunan bagian atau yang biasa disebut dengan subset yang dihubungkan dengan orang Islam. Memang apa hubungannya himpunan bagian dengan orang Islam???

Saat kita duduk di bangku sekolah SMP maupun SMA kita pasti menemui bab himpunan pada pelajaran matematika, dan terkadang kebanyakan dari kita tidak tahu apa alasan kita belajar himpunan matematika, padahal sungguh sayang sekali kalau kita sudah belajar serius tentang bab tersebut tetapi kita tidak tahu apa kegunaannya dalam kehidupan kita dan apa makna kita mempelajari bab tersebut. Oleh karena itu disini saya akan menulis makna kita mempelajari Himpunan, utamanya pada saat belajar tentang himpunan bagian (subset).

Definisi Himpunan Bagian atau Subset, Jika ada himpunan A dan B dimana setiap anggota A merupakan anggota B, maka dapat dikatakan A  merupakan  himpunan  bagian  (subset)  dari  B  atau dikatakan  B  memuat  A. 

A merupakan Subset dari B















 Seperti itu mungkin sedikit pengertian tentang himpunan bagian (subset), lalu apa hubungannya dengan agama Islam??
Sebenarnya konsep himpunan bagian matematika ini sudah ada dalam agama Islam yaitu dalam pembagian tingkatan orang Islam, seperti yang kita tahu bahwa di dalam Islam ada yang namanya Muttaqin, Mukhsin, Mukmin, Muslim, Kafir.
  • Muslim adalah orang yang telah bersyahadat, serta telah berserah diri dan dalam hal ini berpasrah kepada tuhan.
  • Mukmin adalah seorang muslim yang istiqomah atau konsisten dan berpegang teguh kepada nilai kebenaran,sampai pada hal-hal yang terkecil
  • Mukhsin adalah orang-orang yang bertaqwa, yang senantiasa menginfaqkan hartanya di jalan Allah.
  • Muttaqin adalah orang yang setiap perbuatannya sudah merupakan perwujudan dari komitmen iman dan moralnya yang tinggi.
  • Kafir adalah orang Islam yang ingkar kepada Allah, dia mengaku Islam tetapi tidak percaya bahkan tidak beriman kepada Allah.
Jika digambarkan dalam bentuk diagram Venn maka bentuknya akan seperti ini :
 
Himpunan Semesta (S) = Orang Islam
K   = Golongan orang Islam yang telah Kafir
M1 = Golongan orang-orang Muttaqin
M2 = Golongan orang-orang Mukhsin
M3 = Golongan orang-orang Mukmin
M4 = Golongan orang-orang Muslim

Dari diagram Venn diatas yang berada di dalam lingkaran adalah tingkatan orang-orang Islam yang beriman dan yang diluar lingkaran tersebut adalah orang Islam yang sudah tidak beriman. Jadi dapat diketahui bahwa M1 merupakan himpunan bagian dari M2, M2 merupakan himpunan bagian dari M3, M3 merupakan himpunan bagian dari M4 dan K adalah komplemen dari gabungan M1,M2,M3 dan M4.
Dapat dijelaskan bahwa di mata Allah SWT orang Islam dibagi dalam beberapa golongan sesuai dengan tingkat keimanannya. Yakni: muttaqin, mukmin, mukhsin, muslim dan kafir. Dimana orang Islam paling sempurna ialah apabila ia telah mencapai tingkatan Muttaqin karena golongan tersebut merupakan subset terkecil dari keempat golongan yang telah dijelaskan diatas.

Terbukti bahwa konsep himpunan bagian pada matematika sebenarnya sudah ada di dalam agama Islam, dan hikmah yang dapat kita petik dari pembahasan di atas adalah kita harus menjadi subset paling inti, karena pada subset paling inti itulah golongan orang-orang Muttaqin berada.

Terimakasih, mohon maaf bila ada kesalahan dan semoga bermanfaat :-)
Have a nice day n good luck, Wassalamu'alaikum .... :-)

THERE CAN BE MIRACLES WHEN YOU BELIEVE

Selasa, 28 Oktober 2014
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin bercerita tentang pengalaman saya yang pernah saya alami sendiri dan terkadang sampai sekarang saya masih tidak percaya kalau hal itu benar-benar terjadi. Salah satu hal yang paling membuat saya sampai saat ini masih berfikir  antara percaya atau tidak yaitu berhasil masuk menjadi mahasiswa di STKIP AL-HIKMAH Surabaya.

Alasan Memilih Pendidikan Matematika
Dari semenjak saya kelas 12 SMK saya ingin melanjutkan kuliah di jurusan Pendidikan Matematika, saya ingin menjadi guru karena terinspirasi dan terenyuh saat ikut seminar sebelum UNAS yang diselenggarakan di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya, disitu dipaparkan tentang problematika pendidikan di Indonesia dan dibandingkan dengan Negara lain, dan hasilnya sangat berbeda jauh sekali, di Indonesia masih sangat banyak kecurangan di dunia pendidikan dan lebih parahnya kecurangan tersebut mayoritas dilakukan/dicontohkan oleh guru. Dari situlah hati saya mulai terpanggil untuk menjadi guru yang dapat dicontoh dan dapat membenahi pendidikan di Indonesia ini.
Dan kenapa saya memilih MATEMATIKA yang pada masa sekolah sangat dipandang sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan banyak murid yang enggan jika hendak belajar matematika. Jawabannya adalah saya ingin merubah pandangan murid-murid di Indonesia ini tentang matematika yang dirasa sulit menjadi matematika yang menyenangkan, selain itu saat mengikuti tes minat bakat ternyata hasilnya saya cocok jika menjadi guru matematika.

Kegalauan Untuk Masuk Ke Perguruan Tinggi
Tetapi untuk mewujudkan hal tersebut cukup berat karena background saya adalah murid SMK Teknik Elektronika, padahal seperti kita tahu pelajaran matematika di SMK adalah hanya matematika dasar, berbeda dengan di SMA IPA yang memang mempelajari matematika lebih dalam dan terperinci, meskipun begitu pada saat mendaftar SNMPTN saya nekat memilih Matematika ITS, Elektro ITS, Pend.Matematika UINSA dan Pend.Agama Islam UINSA sungguh itu semua pilihan yang sebenarnya sudah pasti tahu jawabannya bahwa saya pasti ditolak mentah-mentah dan alhasil memang benar di SNMPTN saya gagal.
Hasil tersebut sebenarnya sempat membuat saya pesimis untuk melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi, tetapi dalam benak saya ada fikiran seperti ini "hasil SNMPTN kan hanya dilihat dari nilai dan sekolah yang saya tempati, bagaimana kalau saya mencoba untuk ikut tes tulis, pasti hasilnya lebih objektif". Dari situ akhirnya ada sedikit rasa optimisme pada diri saya, dan akhirnya saya mencoba mengikuti SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang diadakan oleh regional UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya), dai UINSA pada pilihan pertama saya memilih Pend. Matematika, pilihan kedua Pend. Agama Islam dan pilihan ketiga saya adalah Politik Islam yang sebenarnya saya tidak seberapa berminat dengan jurusan itu.
Saya juga mengikuti pelatihan tes yang diselenggarakan oleh UINSA sebelum menghadapi SPMB tersebut dengan harapan agar mempunyai bekal lebih saat mengerjakan tes. Alangkah kagetnya saya ternyata di dalam SPMB UINSA juga ada tes BAHASA ARAB, padahal saya tidak pernah belajar bahasa arab sama sekali, lantas mau bagaimana lagi ya harus terpaksa saya kerjakan dengan sepengetahuan saya serta menurut feeling.
Setelah 2 minggu menunggu hasil tes tersebut, akhirnya hasilnya sudah keluar dan saya berhasil di terima di UINSA tetapi di jurusan Politik Islam yang tidak begitu saya minati, dari situ saya bimbang "apa saya harus kuliah dengan jurusan yang tidak saya minati", sambil menunggu waktu daftar ulang tiba, saya mencoba mencari lowongan-lowongan SPMB lain di Universitas Swasta, dan saya akhirnya ikut tes di salah satu universitas swasta di Surabaya dengan pilihan Pend.Matematika dan saya diterima, tetapi biaya disana sangat mahal sedangkan pada saat itu kondisi ekonomi keluarga sedang sulit.

MENJADI GURU ADALAH JALAN DAKWAHKU TUK MENGGAPAI CITA-CITAKU

Sabtu, 25 Oktober 2014
Assalamu'alaikum Wr. Wb.... :-)
Setelah kemarin saya sudah membuat tulisan tentang cita-cita, kali ini saya ingin bercerita tentang
jalan saya untuk menggapai cita-cita. Ya kita semua pasti sudah tahu bahwa untuk menggapai cita-cita (surga) butuh pengorbanan yang luar biasa berat, tetapi semua itu akan terbalas dengan surga yang didalamnya penuh kenikmatan yang kekal dan tiada titik kebosanan disana.
salah satu jalan untuk menggapai cita-cita itu adalah lewat berdakwah, apa arti dakwah sebenarnya? kenapa berdakwah adalah salah satu jalan untuk menggapai cita-cita (surga)?
Berikut adalah keutamaan berdakwah :

CITA-CITA YANG SEBENARNYA


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang cita-cita menurut pandangan saya serta ilmu yang telah saya dapat. Untuk lebih jelasnya silahkan dibawa tulisan dibawah ini :-) 



Ketika masih kecil dahulu, kita pasti pernah ditanyai oleh guru kita, teman kita bahkan orang tua kita “apa cita-citamu?” kebanyakan kita pasti menjawab asal seperti “dokter, polisi, tentara, dll”. Nah karena sekarang kita sudah menginjak masa remaja yang menuju dewasa kita harus tahu arti cita-cita yang sebenarnya.

Relasi (Matematika) dalam kehidupan

Jumat, 24 Oktober 2014

Assalamu’alaikum...

ada kesempatan kali ini saya mencoba menuliskan hubungan RELASI yang sering kita jumpai di pelajaran matematika dengan kehidupan kita, sebelum itu kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan relasi. Relasi adalah hubungan antara satu dengan yang lain yang mempunyai syarat tertentu. Misalkan Khadijah menyukai warna yang tidak gelap, maka Khadijah akan berelasi dengan warna putih, kuning, biru muda, hijau muda, dll.
Lalu apa hubungannya di dalam kehidupan kita?

Kita semua tahu bahwa manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial, artinya tidak ada manusia yang hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain karena sesama manusia akan saling membutuhkan. Tetapi manusia ketika akan  menjalin kerja sama atau berhubungan dengan orang lain pastinya tidak akan sembarangan dalam memilih, pastinya ada syarat-syarat tertentu yang ditetapkan. Berikut adalah contoh-contoh relasi di dalam beberapa bidang : 

1.Relasi di dunia Bisnis.
 
Menurut ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Untuk mendapatkan laba yang besar tentunya barang/jasa yang diproduksinya harus laku keras dan salah satu cara untuk membuat barang/jasa yang diproduksinya laku keras adalah bekerja sama dengan perusahaan lain. Ketika memilih perusahaan yang hendak dijadikan partner tentunya kita harus mempunyai syarat-syarat tertentu misalkan perusahaan tersebut harus perusahaan yang legal, trade recordnya baik, tidak ada unsur KKN didalamnya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan matang-matang agar tidak membuat kita rugi dan membuat keduanya sama-sama untung. 

     2. Relasi di dunia Pendidikan


     Di dalam dunia pendidikan juga ada relasi di dalamnya, seperti relasi antara guru dengan muridnya, setiap murid pasti mempunyai guru favorit sendiri-sendiri tetapi juga tidak menutup kemungkinan antara beberapa murid mempunyai guru favorit yang sama. Setiap murid pasti punya syarat tertentu atau alasan tertentu kenapa mereka memilih guru tersebut sebagai guru favorit, mungkin karena guru tersebut baik orangnya, pintar, murah senyum, gaya pengajarannya menarik ataupun yang lainnya.

      3.  Relasi di dunia Olahraga
Setiap pelatih di bidang orahraga terutama olahraga yang berkelompok pasti ada relasi di dalamnya. Misalkan pada olahraga sepakbola, ketika pelatih hendak menentukan tim inti untuk melawan tim sepakbola lain pasti pelatih tersebut mencari strategi terlebih untuk mengalahkan tim tersebut, setelah itu pelatih akan memilih pemain yang cocok untuk melawan tim tersebut, misalkan pelatih TIMNAS INDONESIA memilih pemain yang mempunyai kecepatan diatas rata-rata untuk menghadapi TIMNAS KAMBOJA, maka pelatih TIMNAS INDONESIA akan memilih Andik Vermansyah, Taufik, Ilhamudin, Evan Dimas, dll karena mereka adalah pemain yang memiliki kecepatan diatas rata-rata.

4.  Relasi di dalam lingkungan masyarakat
Tidak hanya di bidang-bidang tertentu saya kita menemui praktek relasi matematika di dalamnya tetapi di dalam lingkungan masyarakat pun kita sebenarnya sering menemui praktek-praktek relasi tersebut. Misalkan ketika ada tetangga kita yang sakit maka orang-orang pun pasti ada yang menjenguknya, ketika ada orang di sekitar kita meminta bantuan maka akan ada orang yang membantunya tetapi biasanya ketika hendak membantu seseorang, kebanyakan kita cenderung memilih atau mengamati terlebih dahulu jika dia orang baik dan suka menolong biasanya kita tidak akan segan-segan untuk langsung menolongnya.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh relasi dalam kehidupan kita, dan inilah salah satu kegunaan kita belajar matematika utamanya di bab fungsi dan relasi, masih banyak lagi pelajaran matematika yang sangat bermakna di kehidupan kita yang insyaAllah akan saya tulis pada kesempatan lain...

Terimakasih semoga bermanfaat, mohon maaf bila masih banyak kesalahan..
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
:-)

HIDUP HARUS BERMAKNA


Hiduplah seperti Metamorfosis kupu-kupu


Banyak orang yang mengeluh atau bertanya-tanya tentang kehidupannya, banyak yang merasa dirinya itu tidak berguna bagi siapapun, sehingga sempat terfikir di benaknya untuk menjalani kehidupannya dengan berfoya-foya dan bahkan ada yang sampai tega mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
padahal kita tahu bahwa hidup adalah anugrah yang paling besar yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia, sudah tau begitu apakah kita masih ingin menyia nyiakan hidup ini? menyianyiakan waktu ini??!!
di dalam kehidupan pasti ada yang namanya MASALAH dan BERKAH, 2 hal tersebut datangnya saling beriringan,. jika kita ingin BERKAH maka kita harus siap mendapatkan MASALAH terlebih dahulu,…

Hiduplah seperti layaknya metamorfosis kupu-kupu!!

Pada fase ulat, dia memang sangat merugikan bahkan banyak yang membencinya…tetapi setelah itu ulat yang merugikan tersebut ingin agar kehidupannya bisa lebih berguna dan bermanfaat, lalu dia masuk ke fase ke-2 yaitu menjadi kepompong, pada fase ini ulat tersebut diterpa oleh banyak goncangan, dia harus membungkus dirinya, dia harus berpuasa, dan ketika dia jatuh maka dia harus siap untuk mati,. tetapi lihatlah setelah itu!! ketika masuk ke fase ke-3 dia menjelma menjadi sosok makhluk yang berwujud lain, yang bentuknya lebih indah dan juga lebih bermanfaat bagi yang ada di sekelilingnya, itulah KUPU-KUPU. dia terus terbang menemani awan untuk menghiasi langit yang biru..banyak orang-orang yang mencarinya untuk proses penyerbukan tanaman, banyak yang ingin melihatnya terbang karena keindahan sayapnya…
sekarang, Apakah kamu tidak ingin bermanfaat bagi kehidupan orang lain??!! apa kamu lebih ingin menjadi ulat yang merugikan??!! atau ingin menjadi kupu-kupu yang bermanfaat??!!
pilihan ada di tanganmu kawan!!! tanyakan pada hati kecilmu yang paling dalam!!
jika kau merasa hari ini hidupmu belum bermanfaat maka berubahlah. jadikan hidupmu lebih bermanfaat dan lebih bermakna..
tetapi ingat kawan,,, ulat sebelum jadi kupu-kupu harus melewati fase kepompong terlebih dahulu…. tidak semudah itu melewati fase kepompong,… namun fase kepompong akan mudah dilewati jika kau kuatkan niatmu, bulatkan tekadmu, bertahan, bersabar dan terus berjuang.!!!

Semoga Bermanfaat, Wassalamu'alaikum wr.wb...

GURU IMPIAN

Selasa, 21 Oktober 2014


GURU HARUS MEMPUNYAI KEMAMPUAN DASAR DAN JUGA MENDASARI KEMAMPUAN MURIDNYA.

Guru adalah komponen yang sangat penting di dalam dunia pendidikan, guru berperan sebagai sumber ilmu bagi murid yang dididik. Karena pentingnya peran guru dalam dunia pendidikan, maka guru harus berkualitas agar murid hasil didikannya juga berkualitas. Guru yang berkualitas ini adalalah guru yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesioanl (UU RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).
Guru harus memiliki kemampuan pedagogik, maksudnya guru harus mampu mengelolah kelas agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, dan murid merasa nyaman ketika belajar di kelas.

“Dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut memiliki kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan pembelajaran termasuk didalamnya penguasaan dalam penggunaan media pembelajaran” (Yudhi Munadi,2013:1).

Pengelolaan kelas sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran, karena banyak murid yang tidak faham dengan pelajaran yang diajarkan karena salah satu sebabnya adalah kondisi kelas yang tidak kondusif seperti banyak murid yang ramai serta berlari-larian di kelas.

POTENSIMU ADALAH SENJATAMU

Senin, 13 Oktober 2014
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang seorang tokoh psikolog dari Indonesia yang sangat hebat, tetapi mungkin masih belum banyak yang tahu tentang sosok beliau ini. Beliau yang saya maksud adalah Prof. Dr. Slamet Iman Santoso, beliau dijuluki sebagai bapak psikolog Indonesia. Berikut sekilas biografi tentang beliau


Nama               : Prof. Dr. Slamet Iman Santoso
TTL                 : Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907
Wafat              : Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30
Alamat rumah : Jalan Cimandiri No 26, Jakarta Pusat
Agama             : Islam
Pendidikan      :
  1. Europeesche Lagere School (ELS) dan Hollandsch Inlandsche School (HIS), Magelang (1912-1920).
  2. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Magelang (1920-1923).
  3. MAS-B, Yogyakarta (1923-1926).
  4. Indische Arts, Stovia (1926-1932).
  5. Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).
Karya Tulis      :
1.      Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977).
2.      The Social Background For Psychotheraphy in Indonesia.
3.      Psychiatry dan Masyarakat.
4.      Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan.

Karir                :
1.      Pendiri Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1953-1972)
2.      Pembantu Rektor Bidang Akademis, Universitas Indonesia (1962-1972)
3.      Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1950-1953)
4.      Dosen Lemhannas; Dewan Kurator Universitas Mercu Buana.

Bintang Jasa    : Mahaputra Utama (III) pada tanggal 19 Mei 1973.

Ciri-ciri khusus: Sangat suka memakai baju putih.

Beliau juga mempunyai gagasan yang sangat bagus sekali, gagasan beliau yaitu :
“Ilmu psikologi dapat menjelaskan potensi-potensi manusia guna menyeleksi orang yang tepat pada tempat (pekerjaan) yang tepat”.
           
Hal tersebut benar sekali, karena seperti yang telah kita tahu saat ini untuk masuk kerja selalu ada tes yang namanya tes psikologi disamping tes tulis dan tes wawancara, tes psikologi ini dinilai sangat penting karena dapat mengetahui kepribadian atau karakter seseorang, sehingga orang yang hendak melamar pekerjaan akan dapat dinilai pantas atau tidaknya kepribadian atau karakter orang tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan.
Selain itu tes psikologi juga sering digunakan sebagai salah satu tes untuk seleksi masuk perguruan tinggi, tes psikolog ini untuk menilai calon mahasiswa yang hendak masuk ke perguruan tinggi yang dipilih apakah kepribadian, minat dan bakat yang dimilikinya cocok atau tidak untuk masuk ke jurusan yang dipilih. Karena jika kepribadian, minat dan bakat yang dimiliki calon mahasiswa tersebut tidak cocok dengan jurusan
Selasa, 07 Oktober 2014
MENJADI DIRI SENDIRI
(YANG SEPERTI APA?)


Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Pada kesempatan ini saya akan menguraikan persepsi saya tentang "menjadi diri sendiri", tentunya tidak hanya persepsi tanpa dasar yang saya akan tuliskan di bawah ini. dan tentunya ada yang sependapat dan ada yang tidak sependapat tentang persepsi saya ini. untuk mengetahuinya, silahkan dibaca.
Banyak pro dan kontra tentang kalimat "menjadi diri sendiri", apakah kita harus menjadi diri sendiri? diri sendiri yang seperti apa?.
Sering sekali saya mendengar orang lain bicara "biarkan aku jadi diriku sendiri, ya inilah aku, aku memang pemarah". Apakah itu yang dimaksud menjadi diri sendiri? membiarkan sifat pemarahnya mendarah daging di tubuhnya. Apakah itu hal yang positif atau negatif? bagaimana pendapat anda?

Pendidikan Anti Korupsi

Kamis, 02 Oktober 2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Pendidikan adalah indikator utama penentu kemajuan suatu negara atau bangsa. Dalam realisasinya, pendidikan diharapkan mampu merubah masyarakat menuju kearah yang lebih baik, baik dari segi intelektualitas maupun akhlaq. Pada kenyataannya, Indonesia saat ini sedang dilanda krisis moral, akhlaq dan intelektualitas. Hal itu dapat dilihat dari jumlah korupsi, kolusi dan nepotisme mengalami perkembangan secara signifikan. Data terakhir yang dikutip dari http://acch.kpk.go.id menunjukkan jumlah total kasus korupsi dari tahun 2004-2014 sejumlah 429 kasus. Hal ini bertentangan dengan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea-4 yaitu “Memajukan Kesejahteraan Umum”. Maka dari itu, dibutuhkan pendidikan yang mampu merubah Indonesia menuju negara yang lebih baik, baik intelektualitas maupun akhlaqnya.

1.2.            Tujuan
Pendidikan Anti Korupsi sebagai upaya perbaikan bangsa Indonesia dari keterpurukan yang dilanda sampai sekarang ini. Masyarakat akan dibimbing dan diberi pemahaman mengenai pengertian korupsi, dampak yang diakibatkan dari korupsi dan upaya pencegahan korupsi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Korupsi
Dari segi semantik, "korupsi" berasal dari bahasa Inggris, yaitu corrupt, yang berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa latin yaitu com yang berarti bersama-sama dan rumpere yang berarti pecah. Istilah "korupsi" juga bisa dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam prakteknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasinya.
Secara hukum pengertian "korupsi" adalah tindakpidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undanganyang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Masih banyak lagipengertian-pengertian lain tentang korupsi baik menurut pakar ataulembaga yang kompeten. Untuk pembahasan dalam situs MTI ini, pengertian"korupsi" lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan.
Kartono (1983) memberi batasan korupsi sebagi tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum dan negara. Jadi korupsi merupakan gejala salah pakai dan salah urus dari kekuasaan, demi keuntungan pribadi, salah urus terhadap sumber-sumber kekayaan negara dengan menggunakan wewenang dan kekuatan-kekuatan formal (misalnya denagan alasan hukum dan kekuatan senjata) untuk memperkaya diri sendiri.

2.2       Kasus Korupsi Di Indonesia
Di Indonesia sendiri juga marak akan korupsi, menurut riset yang didapatkan oleh Metrotvnews.com, Jakarta: Transparency International (TI) merilis situasi korupsi di 177 negara untuk tahun 2013. Dari jumlah itu, Indonesia menduduki peringkat 64 dalam urutan negara paling korup di dunia.
Berikut adalah beberapa kasus korupsi yang ada di Indonesia. Daftar di bawah ini bisa dikatakan the best koruptor dari Indonesia. Mereka melakukan perbuatan yang melawan hukum dan lari ke luar negeri, yaitu:
1.      Sjamsul Nursalim, terlibat dalam kasus korupsi BLBI Bank BDNI. Perkiraan kerugian negara mencapai Rp6,9 triliun dan 96,7 juta dollar Amerika. Kasus Sjamsul masih dalam proses penyidikan. Namun kasusnya dihentikan (SP3) oleh Kejaksaan.
2.      Bambang Sutrisno, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Surya. Perkiraan kerugian negara mencapai Rp1,5 triliun. Proses hukum berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Bambang lari ke Singapura dan Hongkong. Pengadilan memvonis Bambang in absentia.
3.      Andrian Kiki Ariawan, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Surya. Perkiraan kerugian negara mencapai Rp1,5 triliun. Proses hukum berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Andrian kabur ke Singapura dan Australia. Pengadilan kemudian memutuskan melakukan vonis in absentia.
4.      Eko Adi Putranto, terlibat dalam korupsi BLBI Bank BHS. Kasus korupsi Eko ini diduga merugikan negara mencapai Rp2,659 triliun. Ia melarikan diri ke Singapura dan Australia. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis in abenstia 20 tahun penjara.
5.      Sherny Konjongiang, terlibat dalam korupsi BLBI Bank BHS bersama Eko Adi Putranto dan diduga merugikan negara sebesar Rp2,659 triliun. Ia melarikan diri ke Singapura dan Amerika Serikat. Pengadilan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara, in absentia.
6.      David Nusa Wijaya, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Servitia. Ia diduga merugikan negara sebesar Rp1,29 triliun. Sedang dalam proses kasasi. David melarikan diri ke Singapura dan Amerika Serikat. Namun, ia tertangkap oleh Tim Pemburu Koruptor di Amerika.
7.      Samadikun Hartono, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Modern. Dalam kasus ini ia diperkirakan merugikan negara sebesar Rp169 miliar. Kasus Samadikun dalam proses kasasi. Ia melarikan diri ke Singapura.
8.      Agus Anwar, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Pelita. Dalam kasus ini ia diperkirakan merugikan negara sebesar Rp1,9 triliun Kasusnya saat itu masih dalam proses penyidikan. Saat melarikan diri ke Singapura, ia diberitakan mengganti kewarganegaraan Singapura. Proses selanjutnya tidak jelas.
9.      Sujiono Timan, kasus korupsi BPUI. Sujiono diduga merugikan negara 126 juta dollar Amerika. Proses hukum kasasi. Ia melarikan diri ke Singapura.
10.  Maria Pauline, kasus pembobolan BNI. Diperkirakan kerugian negara mencapai Rp1,7 triliun. Proses hukumnya masih dalam penyidikan dan ditangani Mabes Polri. Maria kabur ke Singapura dan Belanda.


Teabel Banyaknya Kasus Korupsi di Indonesia
Tahun
Banyaknya Kasus Korupsi
2011
436
2012
402
2013
560
2014 semester 1
308

2.3       Penyebab Terjadinya Korupsi di Indonesia
Di Indonesia tindak pidana korupsi seakan menjadi hal yang biasa untuk dilakukan terutama dikalangan pejabat. Para pejabat seakan tidak mempunyai rasa malu untuk melakukan tindakan yang merugikan Negara ini. Menurut penasihat KPK, Abdullah Hehamahua seperti yang tertulis di buku yang berjudul Memberantas Korupsi Bersama KPK, setidaknya ada 8 penyebab terjadinya korupsi di Indonesia, yaitu sebagai berikut:
1.      Sistem penyelenggaraan negara yang keliru
Sebagai negara yang baru berkembang, seharusnya prioritas pembangunan di bidang pendidikan. Tetapi selama puluhan tahun, mulai orde lama, orde baru, hingga reformasi, pembangunan hanya difokuskan di bidang ekonomi. Padahal setiap Negara yang baru merdeka, masih terbatas dalam memiliki SDM, uang, manajemen, dan teknologi. Sehingga konsekuensinya semua didatangkan dari luar negeri yang pada gilirannya menghasilkan penyebab korupsi.

2.      Kompensasi PNS yang rendah                            
Negara yang baru merdeka tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar kompensasi yang tinggi kepada pegawainya. Apalagi Indonesia yang lebih memprioritaskan bidang ekonomi membuat yang secara fisik dan kultural menimbulkan pola konsumerisme, sehingga 90% PNS melakukan KKN.

3.      Pejabat yang serakah
Pola hidup konsumerisme yang dilahirkan oleh sistem pembangunan seperti diatas mendorong pejabat untuk menjadi kaya secara instant. Hal ini menyebabkan lahirnya sikap serakah dimana pejabat menyalahgunakan wewenang dan jabatannya, seperti melakukan mark up proyek-proyek pembangunan.
4.      Law Enforcement tidak berjalan
Para pejabat yang serakah dan PNS yang KKN karena gaji yang tidak cukup, maka boleh dibilang penegakan hukum tidak berjalan hampir diseluruh lini kehidupan, baik di instansi pemerintahan maupun lembaga kemasyarakatan karena segalanya diukur dengan uang. Hal ini juga menimbulkan kata-kata plesetan seperti, KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) atau Ketuhanan Yang Maha Esa (Keuangan Yang Maha Kuasa).

5.      Hukuman yang ringan terhadap koruptor
Adanya Law Enforcement tidak berjalan dengan semestinya, dimana aparat penegak hukum bisa dibayar. Maka, hukuman yang dijatuhkan kepada para koruptor sangat ringan sehingga tidak menimbulkan efek jera.

6.      Pengawasan yang tidak efektif
Dalam sistem manajemen yang modern selalu ada instrumen yang disebut internal kontrol yang bersifat in build dalam setiap unit kerja. Sehingga sekecil apapun penyimpangan akan terdeteksi sejak dini dan secara otomatis pula dilakukan perbaikan. Tetapi internal kontrol yang ada disetiap unit sudah tidak lagi berjalan dengan semestinya karena pejabat atau pegawai terkait bisa melakukan tindakan korupsi.

7.      Tidak ada keteladanan pemimpin
Ketika resesi ekonomi 1997, keadaan perekonomian Indonesia sedikit lebih baik dari pada Thailand. Namun pemimpin Thailand memberi contoh kepada rakyatnya dalam pola hidup sederhana. Sehingga lahir dukungan moral dan material dari masyarakat dan pengusaha. Maka dalam waktu singkat, Thailand telah mengalami recovery ekonominya. Di Indonesia tidak ada pemimpin yang bisa dijadikan teladan sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara mendekati jurang kehancuran.

8.      Budaya masyarakat yang kondusif untuk KKN
Korupsi yang ada di Indonesia tidak hanya terpusat pada pejabat Negara saja, melainkan sudah meluas hingga ke masyarakat. Hal ini bisa dicontohkan pada saat pengurusan KTP, SIM, STNK, maupun saat melamar kerja. Tindakan masyarakat ini merupakan pencerminan yang dilakukan oleh pejabat politik.

2.4       Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Korupsi di Indonsia dimulai sejak era Orde Lama sekitar tahun 1960-an bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960 yang diikuti dengan dilaksanakannya “Operasi Budhi” dan Pembentukan Tim Pemberantasan Korupsi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung, belum membuahkan hasil nyata.
Pada era Orde Baru, muncul Undang-Undang Nomor3 Tahun 1971 dengan 'Operasi Tertib' yang dilakukan Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), namun dengan kemajuan iptek, modus operandi korupsi semakin canggih dan rumit sehingga Undang-Undang tersebut gagal dilaksanakan. Selanjutnya dikeluarkan kembali Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.
Upaya-upaya hukum yang telah dilakukan pemerintah sebenarnya sudah cukup banyak dan sistematis. Namun korupsi di Indonesia semakin banyak sejak akhir 1997 saat negara mengalami krisis politik, sosial, kepemimpinan, dan kepercayaan yang pada akhirnya menjadi krisis multidimensi. Gerakan reformasi yang menumbangkan rezim Orde Baru menuntut antara lain ditegakkannya supremasi hukum dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Tuntutan tersebut akhirnya dituangkan di dalam Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan juga Bebas dari Korupsi.
Partisipasi dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawali upaya-upaya pemerintah melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan aparat hukum lain. KPK yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi, menanggulangi, dan memberantas korupsi, merupakan komisi independen yang diharapkan mampu menjadi martir bagi para pelaku tindak KKN.

2.5       Pendidikan Anti Korupsi
Upaya pemberantasan korupsi – yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu penindakan, dan pencegahan. Tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika mahasiswa  sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan  diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum.
Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya anti korupsi di masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak kalah penting, untuk dapat berperan aktif mahasiswa harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

2.6       Upaya Penanggulangan Korupsi
Melihat begitu maraknya kasus korupsi yang ada di Indonesia maupun di dunia, maka sebagai warga negara yang baik kita harus berupaya untuk menanggulangi kasus-kasus korupsi tersebut. Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam menanggulangi kasus korupsi di Indonesia, antara lain sebagai berikut :
A.    Upaya Pencegahan (Preventif)
1.      Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal, informal dan agama.
2.      Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis.
3.      Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi.
4.      Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua.
5.      Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi.
6.      Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien.
7.      Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok.
8.      Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan melalui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya.
B.     Upaya Penindakan (Kuratif)
Upaya penindakan, yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan, dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK :


1.      Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004).
2.      Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru, Malaysia, EM. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian.
3.      Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004).
4.      Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004).
5.      Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004).
6.      Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005).
7.      Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005).
8.      Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo.
9.      Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15,9 miliar (2004).
10.  Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005).
C.    Upaya Edukasi Melalui Masyarakat/Mahasiswa
1.      Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik.
2.      Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh.
3.      Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional.
4.      Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya.
5.      Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.
D.    Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)
1.      Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. ICW lahir di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang meng-hendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi.
2.      Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba se-karang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia, disusul Surabaya, Medan, Semarang dan Batam. Sedangkan survei TI pada 2005, In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. IPK Indonesia adalah 2,2 sejajar dengan Azerbaijan, Kamerun, Etiopia, Irak, Libya dan Usbekistan, serta hanya lebih baik dari Kongo, Kenya, Pakistan, Paraguay, Somalia, Sudan, Angola, Nigeria, Haiti & Myanmar. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi


BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Dari uraian yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Korupsi adalah tindakan yang sangat merugikan masyarakat, tindakan tersebut merupakan tindakan yang sangat dilarang keras baik oleh agama maupun negara.
2.      Peringkat Indonesia dalam kasus korupsi masih menempati tempat menengah atas, hal tersebut membuktikan bahwa di Indonesia masih sering terjadi kasus korupsi.
3.      Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dlam memberantas tindak korupsi di Indonesia, antara lain :upaya pencegahan (preventif), upaya penindakan (kuratif), upaya edukasi masyarakat/mahasiswa dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

3.2              Saran
1.      Perlu dikaji lebih dalam lagi tentang teori upaya pemberantasan korupsi di Indonesia agar mendapat informasi yang lebih akurat.
2.      Diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.



DAFTAR PUSTAKA