GURU IMPIAN

Selasa, 21 Oktober 2014


GURU HARUS MEMPUNYAI KEMAMPUAN DASAR DAN JUGA MENDASARI KEMAMPUAN MURIDNYA.

Guru adalah komponen yang sangat penting di dalam dunia pendidikan, guru berperan sebagai sumber ilmu bagi murid yang dididik. Karena pentingnya peran guru dalam dunia pendidikan, maka guru harus berkualitas agar murid hasil didikannya juga berkualitas. Guru yang berkualitas ini adalalah guru yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesioanl (UU RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).
Guru harus memiliki kemampuan pedagogik, maksudnya guru harus mampu mengelolah kelas agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, dan murid merasa nyaman ketika belajar di kelas.

“Dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut memiliki kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan pembelajaran termasuk didalamnya penguasaan dalam penggunaan media pembelajaran” (Yudhi Munadi,2013:1).

Pengelolaan kelas sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran, karena banyak murid yang tidak faham dengan pelajaran yang diajarkan karena salah satu sebabnya adalah kondisi kelas yang tidak kondusif seperti banyak murid yang ramai serta berlari-larian di kelas.


“Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan, mengulang atau meniadakan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan, dengan hubungan-hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangkan dan mempermudah organisasi kelas yang efektif” (Hamid Darmadi,2009:6).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelolah kelas, yaitu merancang metode pembelajaran yang membuat siswa antusias saat belajar. Tentu ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan, seperti berdiskusi, kelompok debat, maupun metode jig saw. Setelah metode telah dirancang, selanjutnya menerapkan metode yang telah dirancang tersebut dalam proses belajar mengajar. Setelah selesai, guru harus mengevaluasi hasil pembelajaran siswa, untuk mengetahui pemahaman siswa dengan materi yang dsampaikan lewat metode yang telah dipraktikkan di kelas. Biasanya guru mengevaluasi hasil pembelajaran siswa dari nilai tugas individu yang diberikan. Jika rata-rata nilai siswa kurang bagus maka perlu dilakukan pembaharuan pada metode pembelajaran yang digunakan agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru.
Guru juga harus mempunyai kepribadian yang baik dan dapat dicontoh oleh siswanya, seperti yang kita tahu bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah guru terbaik karena memiliki akhlak yang baik dan dapat dicontoh seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al ahzab ayat 21 “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
Jadi guru harus mencontoh suri teladan Rasulullah Muhammad SAW, karena jika guru tidak mempunyai kepribadian atau akhlak yang baik maka kemungkinan besar siswa akan meniru akhlak guru tersebut sehingga siswa juga memiliki akhlak yang tidak baik. Berbeda jika guru memiliki akhlak yang baik, siswa akan lebih menghormatinya dan siswa akan mencontoh dan meniru akhlak guru yang baik tersebut.
Contoh kepribadian atau akhlak baik yang harus dimiliki oleh guru adalah jujur serta amanah. Didin Hafidhuddin (2007:221) mengatakan kejujuran (kebenaran) adalah tiang keutamaan, tanda kemajuan, bukti kesempurnaan dan penampilan dari perilaku yang bersih. Guru harus jujur dan dapat menjadi kepercayaan siswanya, ketika murid memang mendapatkan nilai kurang bagus maka guru harus memberi nilai tersebut apa adanya kepada murid tersebut, begitupun sebaliknya.
Selain itu guru juga harus taat beribadah, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Tidak hanya hubungan sesama manusia saja yang baik tetapi hubungan dengan Allah pun juga harus baik. Dengan begitu murid bisa memetik pelajaran dari guru untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Kepribadian selanjutnya yang harus dimiliki oleh guru adalah percaya diri. Guru merupakan pusat perhatian utama para siswa pada saat pembelajaran di sekolah, oleh karena itu guru harus tampil percaya diri saat mengajar siswa agar apa yang disampaikan guru dapat diterima murid dengan cepat dan jelas.
Guru harus profesional, maksudnya guru harus memiliki kemampuan akademis yang baik, mampu memahami materi yang akan disampaikannya dengan baik, karena jika pemahaman materinya kurang maka ketika ada siswa yang bertanya, guru akan merasa kesulitan untuk menjawabnya.

“Kemampuan akademis terdiri dari : memiliki sertifikasi mengajar, menguasai materi pembelajaran, mengembangkan metodologi serta media sumber belajar, ahli menyusun program, menilai/mengevaluasi pembelajaran, mampu memberdayakan siswa, kesesuaian disiplin ilmu yang dimiliki dengan tugas, memiliki pengalaman mengajar, mengikuti pelatihan, inovatif serta pro akfit, senang mencari informasi baru, senang membaca dan menambah pengetahuan” (Hamid Darmadi, 2009:45-46).

Tidak hanya kemampuan akademis saja yang harus dimiliki oleh guru profesional, guru profesional juga harus memiliki kemampuan non akademis.
“Kemampuan non akademis meliputi : menguasai paradigma baru pendidikan, tidak buta teknologi, memiliki persiapan mengajar tertulis maupun tidak tertulis, memiliki kematangan emosi, dapat berkomunikasi dengan baik, ceria serta gemar membantu sesama, bersikap toleransi, bersikap sederhana dan tidak sombong” (Hamid Darmadi, 2009:46).

Kompetensi non akademis sangat berguna bagi guru, misalkan ketika siswa bertanya tentang masalah yang bukan termasuk dalam pelajaran yang disampaikan, guru tersebut masih bisa menjawabnya.
Guru juga harus memiliki kompetensi sosial yang tinggi. Menurut Buchari Alma (2008:142), kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Artinya guru tidak boleh bersifat individualis maupun egois karena seluruh tugas yang diperolehnya di sekolah pasti akan melibatkan orang lain. Di sekolah peran guru tidak hanya sebagai pengajar saja, tetapi guru juga berperan aktif untuk meningkatkan kualitas sekolah dan muridnya dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan positif di sekolah yang ditempatinya. Hal ini dilakukan agar murid tidak hanya pintar dalam materi, tetapi juga mempunyai pengalaman yang luas tentang keorganisasian/kesosialan.

0 komentar:

Posting Komentar