GURU HARUS MEMPUNYAI KEMAMPUAN DASAR DAN JUGA MENDASARI KEMAMPUAN MURIDNYA.
Guru
adalah komponen yang sangat penting di dalam dunia pendidikan, guru berperan sebagai
sumber ilmu bagi murid yang dididik. Karena pentingnya peran guru dalam dunia pendidikan,
maka guru harus berkualitas agar murid hasil didikannya juga berkualitas. Guru
yang berkualitas ini adalalah guru yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional, yaitu memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesioanl (UU RI No.14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen).
Guru
harus memiliki kemampuan pedagogik, maksudnya guru harus mampu mengelolah kelas
agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, dan murid merasa nyaman
ketika belajar di kelas.
“Dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut memiliki
kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan pembelajaran
termasuk didalamnya penguasaan dalam penggunaan media pembelajaran” (Yudhi
Munadi,2013:1).
Pengelolaan
kelas sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran, karena banyak murid
yang tidak faham dengan pelajaran yang diajarkan karena salah satu sebabnya
adalah kondisi kelas yang tidak kondusif seperti banyak murid yang ramai serta
berlari-larian di kelas.
“Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan
tingkah laku siswa yang diinginkan, mengulang atau meniadakan tingkah laku
siswa yang tidak diinginkan, dengan hubungan-hubungan interpersonal dan iklim
sosio emosional yang positif serta mengembangkan dan mempermudah organisasi
kelas yang efektif” (Hamid Darmadi,2009:6).
Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelolah kelas, yaitu merancang
metode pembelajaran yang membuat siswa antusias saat belajar. Tentu ada
beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan, seperti berdiskusi, kelompok
debat, maupun metode jig saw. Setelah metode telah dirancang,
selanjutnya menerapkan metode yang telah dirancang tersebut dalam proses
belajar mengajar. Setelah selesai, guru harus mengevaluasi hasil pembelajaran
siswa, untuk mengetahui pemahaman siswa dengan materi yang dsampaikan lewat metode
yang telah dipraktikkan di kelas. Biasanya guru mengevaluasi hasil pembelajaran
siswa dari nilai tugas individu yang diberikan. Jika rata-rata nilai siswa
kurang bagus maka perlu dilakukan pembaharuan pada metode pembelajaran yang
digunakan agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh
guru.
Guru
juga harus mempunyai kepribadian yang baik dan dapat dicontoh oleh siswanya, seperti
yang kita tahu bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah guru terbaik karena
memiliki akhlak yang baik dan dapat dicontoh seperti yang dijelaskan dalam
Al-Qur’an surat al ahzab ayat 21 “Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
Jadi
guru harus mencontoh suri teladan Rasulullah Muhammad SAW, karena jika guru
tidak mempunyai kepribadian atau akhlak yang baik maka kemungkinan besar siswa
akan meniru akhlak guru tersebut sehingga siswa juga memiliki akhlak yang tidak
baik. Berbeda jika guru memiliki akhlak yang baik, siswa akan lebih
menghormatinya dan siswa akan mencontoh dan meniru akhlak guru yang baik
tersebut.
Contoh
kepribadian atau akhlak baik yang harus dimiliki oleh guru adalah jujur serta
amanah. Didin Hafidhuddin (2007:221) mengatakan kejujuran (kebenaran) adalah
tiang keutamaan, tanda kemajuan, bukti kesempurnaan dan penampilan dari
perilaku yang bersih. Guru harus jujur dan dapat menjadi kepercayaan siswanya,
ketika murid memang mendapatkan nilai kurang bagus maka guru harus memberi
nilai tersebut apa adanya kepada murid tersebut, begitupun sebaliknya.
Selain
itu guru juga harus taat beribadah, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Tidak
hanya hubungan sesama manusia saja yang baik tetapi hubungan dengan Allah pun
juga harus baik. Dengan begitu murid bisa memetik pelajaran dari guru untuk
menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Kepribadian selanjutnya
yang harus dimiliki oleh guru adalah percaya diri. Guru merupakan pusat
perhatian utama para siswa pada saat pembelajaran di sekolah, oleh karena itu
guru harus tampil percaya diri saat mengajar siswa agar apa yang disampaikan
guru dapat diterima murid dengan cepat dan jelas.
Guru
harus profesional, maksudnya guru harus memiliki kemampuan akademis yang baik, mampu
memahami materi yang akan disampaikannya dengan baik, karena jika pemahaman
materinya kurang maka ketika ada siswa yang bertanya, guru akan merasa
kesulitan untuk menjawabnya.
“Kemampuan akademis terdiri dari : memiliki sertifikasi mengajar,
menguasai materi pembelajaran, mengembangkan metodologi serta media sumber
belajar, ahli menyusun program, menilai/mengevaluasi pembelajaran, mampu
memberdayakan siswa, kesesuaian disiplin ilmu yang dimiliki dengan tugas,
memiliki pengalaman mengajar, mengikuti pelatihan, inovatif serta pro akfit,
senang mencari informasi baru, senang membaca dan menambah pengetahuan” (Hamid
Darmadi, 2009:45-46).
Tidak hanya kemampuan akademis saja yang harus dimiliki oleh guru
profesional, guru profesional juga harus memiliki kemampuan non akademis.
“Kemampuan non akademis meliputi : menguasai paradigma baru
pendidikan, tidak buta teknologi, memiliki persiapan mengajar tertulis maupun
tidak tertulis, memiliki kematangan emosi, dapat berkomunikasi dengan baik,
ceria serta gemar membantu sesama, bersikap toleransi, bersikap sederhana dan
tidak sombong” (Hamid Darmadi, 2009:46).
Kompetensi
non akademis sangat berguna bagi guru, misalkan ketika siswa bertanya tentang
masalah yang bukan termasuk dalam pelajaran yang disampaikan, guru tersebut
masih bisa menjawabnya.
Guru juga harus memiliki kompetensi sosial yang tinggi. Menurut
Buchari Alma (2008:142), kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam
berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekolah maupun
di luar lingkungan sekolah. Artinya guru tidak boleh bersifat individualis
maupun egois karena seluruh tugas yang diperolehnya di sekolah pasti akan
melibatkan orang lain. Di sekolah peran guru tidak hanya sebagai pengajar saja,
tetapi guru juga berperan aktif untuk meningkatkan kualitas sekolah dan
muridnya dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan positif di sekolah yang
ditempatinya. Hal ini dilakukan agar murid tidak hanya pintar dalam materi,
tetapi juga mempunyai pengalaman yang luas tentang keorganisasian/kesosialan.


0 komentar:
Posting Komentar