Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang cita-cita menurut pandangan saya serta ilmu yang telah saya dapat. Untuk lebih jelasnya silahkan dibawa tulisan dibawah ini :-)
Ketika
masih kecil dahulu, kita pasti pernah ditanyai oleh guru kita, teman kita
bahkan orang tua kita “apa cita-citamu?” kebanyakan kita pasti menjawab asal
seperti “dokter, polisi, tentara, dll”. Nah karena sekarang kita sudah
menginjak masa remaja yang menuju dewasa kita harus tahu arti cita-cita yang
sebenarnya.
Menurut
Ir.Soekarno "cita-cita diibaratkan sebagai lentera kehidupan yangdapat menerangi
kehidupan seseorang dikala orang tersebut sedang mengalami kegelapan".
Sedangkan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia "cita-cita adalah keinginan (kehendak) yang
selalu ada di fikiran atau tujuan sempurna yang akan dicapai dan dilaksanakan".
Dengan
kedua pengertian tersebut dapat saya tarik kesimpulan bahwa cita-cita adalah
suatu tujuan tertinggi yang ingin dicapai oleh seseorang agar kehidupannya bisa
lebih termotivasi. Lalu apakah benar cita-cita itu hanyalah sebuah profesi di
dunia yang bisa membuat kita hidup sejahtera?
Menurut pendapat saya cita-cita tidak hanya dibatasi oleh profesi yang ingin kita raih saja, tetapi cita-cita adalah suatu tujuan manusia yang didalamnya penuh dengan kenikmatan tiada tara. lalu apakah cita-cita itu ada di dunia?
Mungkin sebagian besar dari kita semua tahu tentang Kurt Cobain yaitu gitaris dari band legendaris NIRVANA, dia dari kecil sudah mempunyai bakat seni yang sangat hebat sampai akhirnya dia berhasil bergabung dengan band yang sangat populer diwaktu itu yaitu NIRVANA, disitulah Kurd Cobain mendapatkan titik puncak kesuksesannya, tetapi apa yang terjadi? setelah lama dia menjalani puncak karirnya tersebut dia justru mengalami titik kebosanan sehingga dia memilih bunuh diri sebagai jalan keluarnya.
Dari kisah tersebut bisa kita tarik kesimpulan bahwa titik puncak kenikmatan manusia bukan di dunia, tidak hanya Kurt Cobain saja yang mengalami titik kejenuhan di dalam puncak karirnya bahkan masih banyak yang lainnya memilih mati bunuh diri sebagai penyelesaian titik kejenuhannya.
Lalu dimanakah puncak kenikmatan yang tiada tara dan tidak memiliki titik kejenuhan? lalu dimanakah kita harus menempatkan cita-cita kita?
Kita semua pasti tahu bahwa sesudah kematian pasti ada kehidupan lagi yang lebih kekal yaitu di akhirat, di akhirat ada yang namanya surga dan neraka. Surga adalah tempat kenikmatan yang kekal dan sempurna yang tidak ada kekurangan di dalamnya seperti yang dijelaskan Allah pada ayat berikut:
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) syurga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya”.( QS.Shaad : 49-54 )
![]() |
| Bidadari Surga |
Dengan begitu jelas bahwa cita-cita kita sebagai manusia seharusnya tidak ditempatkan di dunia melainkan harus kita tempatkan di akhirat lebih tepatnya di surga karena disana terdapat kenikmatan yang tiada tara dan kekal sehingga manusia tidak akan menemuhi titik kejenuhan disana karena apa yang diinginkan akan terkabulkan.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat dan dapat memotivasi diri kita...mohon maaf bila masih banyak kekurangan, Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


0 komentar:
Posting Komentar