POTENSIMU ADALAH SENJATAMU

Senin, 13 Oktober 2014
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang seorang tokoh psikolog dari Indonesia yang sangat hebat, tetapi mungkin masih belum banyak yang tahu tentang sosok beliau ini. Beliau yang saya maksud adalah Prof. Dr. Slamet Iman Santoso, beliau dijuluki sebagai bapak psikolog Indonesia. Berikut sekilas biografi tentang beliau


Nama               : Prof. Dr. Slamet Iman Santoso
TTL                 : Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907
Wafat              : Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30
Alamat rumah : Jalan Cimandiri No 26, Jakarta Pusat
Agama             : Islam
Pendidikan      :
  1. Europeesche Lagere School (ELS) dan Hollandsch Inlandsche School (HIS), Magelang (1912-1920).
  2. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Magelang (1920-1923).
  3. MAS-B, Yogyakarta (1923-1926).
  4. Indische Arts, Stovia (1926-1932).
  5. Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).
Karya Tulis      :
1.      Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977).
2.      The Social Background For Psychotheraphy in Indonesia.
3.      Psychiatry dan Masyarakat.
4.      Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan.

Karir                :
1.      Pendiri Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1953-1972)
2.      Pembantu Rektor Bidang Akademis, Universitas Indonesia (1962-1972)
3.      Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1950-1953)
4.      Dosen Lemhannas; Dewan Kurator Universitas Mercu Buana.

Bintang Jasa    : Mahaputra Utama (III) pada tanggal 19 Mei 1973.

Ciri-ciri khusus: Sangat suka memakai baju putih.

Beliau juga mempunyai gagasan yang sangat bagus sekali, gagasan beliau yaitu :
“Ilmu psikologi dapat menjelaskan potensi-potensi manusia guna menyeleksi orang yang tepat pada tempat (pekerjaan) yang tepat”.
           
Hal tersebut benar sekali, karena seperti yang telah kita tahu saat ini untuk masuk kerja selalu ada tes yang namanya tes psikologi disamping tes tulis dan tes wawancara, tes psikologi ini dinilai sangat penting karena dapat mengetahui kepribadian atau karakter seseorang, sehingga orang yang hendak melamar pekerjaan akan dapat dinilai pantas atau tidaknya kepribadian atau karakter orang tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan.
Selain itu tes psikologi juga sering digunakan sebagai salah satu tes untuk seleksi masuk perguruan tinggi, tes psikolog ini untuk menilai calon mahasiswa yang hendak masuk ke perguruan tinggi yang dipilih apakah kepribadian, minat dan bakat yang dimilikinya cocok atau tidak untuk masuk ke jurusan yang dipilih. Karena jika kepribadian, minat dan bakat yang dimiliki calon mahasiswa tersebut tidak cocok dengan jurusan
yang dipilih maka akan menyebabkan kesiasiaan apabila dia diterima di fakultas/jurusan yang dipilihnya tersebut, karena potensi yang dimiliknya tidak akan mampu berkembang di saat proses kuliahnya karena jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan minat, bakat serta kepribadiannya. Misalnya calon mahasiswa tersebut berkepribadian pendiam dan pemikir tetapi dia diterima di jurusan olahraga, jelas dia kuliah di jurusan yang tidak cocok dengan bakat, potensi dan kepribadiannya maka ketika dia lulus nanti kompetensi yang dimiliki tentang keolahragaan akan cenderung kurang maksimal, pada saat kuliah pun dia pasti merasa kurang nyaman atau mengalami banyak kesulitan.
 Dampak negatif yang ditimbulkan ketika orang salah pilih dalam memilih jenjang pendidikannya maka ketika lulus dari perguruan tinggi nanti mereka akan kalah bersaing dengan banyak orang yang memiliki kompetensi tinggi karena memang bakat, potensi, serta kepribadiannya cocok dan sangat mendukung untuk mengeksplor kemampuannya lebih tinggi. Dengan begitu bisa saja orang yang kalah saing tersebut menjadi sarjana pengangguran, sungguh sayang sekali waktu dan kerja keras yang digunakan selama masa kuliah ternyata tidak bisa mendukungnya untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus.  
            Padahal kita semua sudah tahu bahwa di Indonesia ini tingkat penganggurannya sangat tinggi,  berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS),  jumlah sarjana pengangguran atau lulusan universitas pada Februari 2013 lalu mencapai 360.000 orang, atau sama dengan 5,04% dari total pengangguran di Indonesia yang mencapai 7.170.000 orang. Hal tersebut kebanyakan terjadi akibat sarjana yang kurang kompeten karena salah memilih jurusan pada pendidikan di pergutuan tingginya.

Usul : seperti yang kita tahu bahwa rata-rata orang Indonesia ketika memilih jurusan, fakultas dan universitas seringkali hanya melihat dari sisi seberapa terkenalnya jurusan/universitas itu, prestasi apa saja yang didapatkan oleh jurusan/universtas itu, serta berapa biaya yang diperlukan untuk membayar kuliahnya. Tetapi mereka melupakan potensi, minat, bakat serta kepribadiaan yang ada dalam dirinya sendirinya. Padahal sebenarnya itulah yang menjadi kunci kesuksesan di masa depan. Jadi masyarakat Indonesia khususnya para pemuda pemudi Indonesia sebaiknya lebih cerdas dalam memilih pendidikannya agar jenjang karir di kehidupannya nanti menjadi lebih jelas dan lebih terjamin karena sesuai dengan minta, bakat, potensi dan kepribadiannya sendiri. Dan pemerintah sebaiknya juga mengangkat jurusan-jurusan yang kurang dikenali masyarakat agar masyarakat juga lebih mengenal prospek kerja yang akan didapatkannya nanti serta dapat membandingkan atau mencocokkan dengan minat, bakat, potensi serta kepribadiannya sehingga masyarakat bisa mengeksplor kemampuannya di tempat yang tepat.

-setiap manusia adalah unik artinya manusia memiliki potensi masing-masing di dalam dirinya, dan manusia yang sukses adalah manusia yang merasa nyaman atas pekerjaan yang dikerjakannya, bukan manusia yang bekerja dengan gaji yang tinggi tetapi tidak nyaman saat melakukannya-

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

0 komentar:

Posting Komentar