Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang seorang tokoh psikolog dari Indonesia yang sangat hebat, tetapi mungkin masih belum banyak yang tahu tentang sosok beliau ini. Beliau yang saya maksud adalah Prof. Dr. Slamet Iman Santoso, beliau dijuluki sebagai bapak psikolog Indonesia. Berikut sekilas biografi tentang beliau
Nama : Prof. Dr.
Slamet Iman Santoso
TTL :
Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907
Wafat : Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30
Alamat rumah : Jalan Cimandiri
No 26, Jakarta Pusat
Agama : Islam
Pendidikan :
- Europeesche Lagere School (ELS) dan Hollandsch Inlandsche School (HIS), Magelang (1912-1920).
- Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Magelang (1920-1923).
- MAS-B, Yogyakarta (1923-1926).
- Indische Arts, Stovia (1926-1932).
- Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).
Karya Tulis :
1.
Sejarah
Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977).
2.
The
Social Background For Psychotheraphy in Indonesia.
3.
Psychiatry
dan Masyarakat.
4.
Pendidikan
Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan.
Karir :
1.
Pendiri
Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1953-1972)
2.
Pembantu
Rektor Bidang Akademis, Universitas Indonesia (1962-1972)
3.
Guru
Besar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
(1950-1953)
4.
Dosen
Lemhannas; Dewan Kurator Universitas Mercu Buana.
Bintang Jasa : Mahaputra
Utama (III) pada tanggal 19 Mei 1973.
Ciri-ciri khusus: Sangat suka memakai baju putih.
Beliau juga mempunyai
gagasan yang sangat bagus sekali, gagasan beliau yaitu :
“Ilmu
psikologi dapat menjelaskan potensi-potensi manusia guna menyeleksi orang yang
tepat pada tempat (pekerjaan) yang tepat”.
Hal tersebut benar sekali, karena seperti yang telah kita tahu saat
ini untuk masuk kerja selalu ada tes yang namanya tes psikologi disamping tes
tulis dan tes wawancara, tes psikologi ini dinilai sangat penting karena dapat
mengetahui kepribadian atau karakter seseorang, sehingga orang yang hendak
melamar pekerjaan akan dapat dinilai pantas atau tidaknya kepribadian atau
karakter orang tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan.
Selain itu tes psikologi juga sering digunakan sebagai salah satu
tes untuk seleksi masuk perguruan tinggi, tes psikolog ini untuk menilai calon
mahasiswa yang hendak masuk ke perguruan tinggi yang dipilih apakah
kepribadian, minat dan bakat yang dimilikinya cocok atau tidak untuk masuk ke
jurusan yang dipilih. Karena jika kepribadian, minat dan bakat yang dimiliki
calon mahasiswa tersebut tidak cocok dengan jurusanyang dipilih maka akan menyebabkan kesiasiaan apabila dia diterima di fakultas/jurusan yang dipilihnya tersebut, karena potensi yang dimiliknya tidak akan mampu berkembang di saat proses kuliahnya karena jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan minat, bakat serta kepribadiannya. Misalnya calon mahasiswa tersebut berkepribadian pendiam dan pemikir tetapi dia diterima di jurusan olahraga, jelas dia kuliah di jurusan yang tidak cocok dengan bakat, potensi dan kepribadiannya maka ketika dia lulus nanti kompetensi yang dimiliki tentang keolahragaan akan cenderung kurang maksimal, pada saat kuliah pun dia pasti merasa kurang nyaman atau mengalami banyak kesulitan.
Dampak negatif yang
ditimbulkan ketika orang salah pilih dalam memilih jenjang pendidikannya maka
ketika lulus dari perguruan tinggi nanti mereka akan kalah bersaing dengan
banyak orang yang memiliki kompetensi tinggi karena memang bakat, potensi,
serta kepribadiannya cocok dan sangat mendukung untuk mengeksplor
kemampuannya lebih tinggi. Dengan begitu bisa saja orang yang kalah saing
tersebut menjadi sarjana pengangguran, sungguh sayang sekali waktu dan kerja
keras yang digunakan selama masa kuliah ternyata tidak bisa mendukungnya untuk
mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Padahal kita semua
sudah tahu bahwa di Indonesia ini tingkat penganggurannya sangat tinggi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
(BPS), jumlah sarjana pengangguran atau
lulusan universitas pada Februari 2013 lalu mencapai 360.000 orang, atau sama
dengan 5,04% dari total pengangguran di Indonesia yang mencapai 7.170.000
orang. Hal tersebut kebanyakan terjadi akibat sarjana yang kurang kompeten
karena salah memilih jurusan pada pendidikan di pergutuan tingginya.
Usul : seperti yang
kita tahu bahwa rata-rata orang Indonesia ketika memilih jurusan, fakultas dan universitas
seringkali hanya melihat dari sisi seberapa terkenalnya jurusan/universitas
itu, prestasi apa saja yang didapatkan oleh jurusan/universtas itu, serta
berapa biaya yang diperlukan untuk membayar kuliahnya. Tetapi mereka melupakan
potensi, minat, bakat serta kepribadiaan yang ada dalam dirinya sendirinya. Padahal
sebenarnya itulah yang menjadi kunci kesuksesan di masa depan. Jadi masyarakat
Indonesia khususnya para pemuda pemudi Indonesia sebaiknya lebih cerdas dalam
memilih pendidikannya agar jenjang karir di kehidupannya nanti menjadi lebih
jelas dan lebih terjamin karena sesuai dengan minta, bakat, potensi dan
kepribadiannya sendiri. Dan pemerintah sebaiknya juga mengangkat
jurusan-jurusan yang kurang dikenali masyarakat agar masyarakat juga lebih
mengenal prospek kerja yang akan didapatkannya nanti serta dapat membandingkan
atau mencocokkan dengan minat, bakat, potensi serta kepribadiannya sehingga
masyarakat bisa mengeksplor kemampuannya di tempat yang tepat.
-setiap manusia adalah unik artinya manusia memiliki potensi masing-masing di dalam dirinya, dan manusia yang sukses adalah manusia yang merasa nyaman atas pekerjaan yang dikerjakannya, bukan manusia yang bekerja dengan gaji yang tinggi tetapi tidak nyaman saat melakukannya-
Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

0 komentar:
Posting Komentar