Valentine's Day? This is Not My Way!

Kamis, 29 Januari 2015
Assalamu'alaikum Wr. Wb kawan-kawan sekalian :-)
Semoga tetap dalam keadaan sehat dan tetap dalam lindungan Allah SWT,

Sebentar lagi kita memasuki bulan Februari dan pada pertengahan bulan tersebut ada peristiwa yang dianggap sangat istimewa oleh banyak kalangan remaja saat ini, banyak yang menyebutnya tentang valentine day atau ada juga yang mengartikannya dengan hari kasih sayang. Sungguh sangat memprihatinkan sekali ketika para pelajar muslim yang masih remaja ikut-ikutan merayakan hari yang dianggap spesial ini dengan cara memberi coklat, bunga mawar merah, baju warna pink, mengirim kartu ucapan, dan mall-mall serta tempat-tempat hiburan umum bahkan memberikan diskon khusus untuk pengunjung yang menggunakan atribut valentine's day, hal tersebut dilakukan untuk menarik pengunjung agar datang ke tempatnya untuk ikut meramaikan valentine's day tersebut,  bahkan oleh beberapa orang malah tanggal 14 Februari tersebut dibuat sebagai tanggal yang sakral dan dijadikan sebagai tanggal yang istimewa, bahkan juga ada umat muslim yang memberikan nama anaknya dengan embel-embel "valentine" ketika anaknya lahir pada tanggal tersebut. Lalu sebenarnya apa dan bagaimana sejarah dari valentine day itu? dan juga bagaimana Islam menyikapinya?.


SEJARAH VALENTINE DAY
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara  pensucian di masa  Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari  pertama, diper- sembahkan untuk  dewi cinta  (queen  of fe- verish  love)  Juno  Februata. Pada  hari  ini, para  pemuda  mengundi nama-nama  gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara  acak dan gadis yang namanya keluar  harus  menjadi  pasangannya se- lama setahun untuk senang-senang dan obyek  hiburan.  Pada  15 Februari, mereka meminta    perlindungan  dewa   Lupercalia dari gangguan srigala.  Selama  upacara  ini, kaum muda mencambuk orang dengan  kulit binatang  dan  wanita berebut untuk  dicam- buk  karena   anggapan cambukan itu  akan membuat mereka menjadi lebih subur. Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara  ini dan mewarnainya dengan  nuansa  Kristiani,  an- tara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama  Paus atau Pastor.  Di antara  pen- dukungnya adalah Kaisar  Constantine dan Paus Gregory  I. (Lihat: The Encyclopedia Britannica, vol. 12, sub judul: Christianity)
Agar  lebih  mendekatkan lagi  pada  ajaran Kristen,  pada 496 M Paus  Gelasius  I menjadikan  upacara  Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentines Day untuk menghormati St. Valentine   yang   kebetulan  mati   pada   14 Februari. (Lihat: The World Book Encyclope- dia, 1998). 

Kaisar Claudius  II menganggap tentara  muda buja- ngan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar  lalu melarang para  pemuda   untuk menikah, namun  St. Valentine  melanggar- nya dan diam-diam menikahkan banyak pe- muda  sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (Lihat: The World Book Encyclopedia, vol. 20, 1993). 
Kebiasaan  mengirim kartu  Valentine itu sendiri  tidak  ada  kaitan  langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans  dipenjara  di Tower  of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine  14  Februari, ia  mengirim  puisi kepada  istrinya  di Perancis. Kemudian  Ge- offrey Chaucer, penyair  Inggris  mengkait- kannya  dengan  musim  kawin burung dalam puisinya (Lihat: The Encyclopedia Britannica, vol. 12, hal. 242, The World Book Encyclope- dia, 1998)


“Kata “Valentine ber- asal dari  bahasa  Latin yang  berarti:  “Yang Maha  Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus,  tuhan  orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta  orang  menjadi  “to be my Valentine”,  hal  itu  berarti  melakukan per- buatan  yang  dimurkai  Tuhan  (karena memintanya  menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan  kepada berhala.  Dalam Islam hal ini disebut  Syirik, artinya menyekutukan Allah SWT. Adapun Cupid (berarti: the  desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter”  dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena  ia rupawan  sehingga diburu  wanita bahkan  ia pun berzina  dengan  ibunya  sendiri.(Lihat: Ada Apa Dengan Valentine's Day, hal 12, 2010, Yayasan Al Sofwa).
 
 
PANDANGAN ISLAM TERHADAP VALENTINE DAY
Islam sebagai Agama yang Rahmatan lil 'alamin adalah agama yang penuh dengan kasih sayang yang dalam kitab dan hadits Rasulnya selalu berisi tentang ajaran-ajaran untuk mencegah manusia berbuat keburukan. Pada sejarah yang sudah saya tuliskan diatas yang saya dapat dari beberapa sumber dapat diketahui bahwa budayaa Valentine Day adalah bukan ajaran Islam, dan bahkan lebih banyak kerugian yang akan kita dapatkan ketika kita sebagai muslim ikut merayakan perayaan tersebut, misalnya ketika kita membelikan seseorang bunga atau kado tentunya kita mengeluarkan uang untuk membelinya dan ketika kita memberikan sesuatu yang telah kita beli tadi kepada seseorang, orang tersebut belum tentu juga suka dengan kita, jadi ya buat apa, mending ditabung untuk persiapan masa depan atau yang lainnya yang lebih bermanfaat.
 

Sejarah Valentine’s Day tidak ada di dalam Islam. Amalan, budaya dan hasrat perayaan ini mempunyai unsur-unsur Kristian yang bercanggah dengan Islam.
Di dalam Islam tidak ada hari tertentu bagi meraikan kekasih atau kasih sayang. Islam sangat menitikberatkan soal kasih sayang dan setiap hari di dalam Islam adalah hari kasih sayang. Islam MENOLAK konsep kasih sayang yang terkandung dalam Valentine’s Day karena unsur-unsur ritual keagamaan yang diamalkannya bisa menggugat akidah Islam.
Hukum Islam jelas dalam hal ISLAM MELARANG umatnya meniru atau menyerupai budaya dan cara hidup orang bukan Islam. Ini berdasarkan sebuah hadits Rasulullah S.A.W."Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam kaum tersebut" (HR Abu Daud).
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa kalau ada umat Muslim yang ikut-ikutan merayakan Valentine's Day maka orang tersebut telah berbuat musyrik dan perbuatan tersebut adalah salah satu perbuatan dengan dosa besar.
Selain itu dalam QS Al Isra' ayat 36 dijelaskan bahwa semua tindakan atau perbuatan yang kita lakukan di dunia ini termasuk perbuatan sirik baik yang diketahui maupun tidak diketahui akan dicatatat dan dihitung serta dimintai pertanggung jawabkan di hari akhir esok.
Artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. 

Jadi kesimpulannya merayakan atau ikut memperingati valentine's day dengan cara apapun ialah haram, karena dapat menimbulkan kemaksiatan dan kemudharatan bagi umat muslim. Sebagai Muslim yang baik kita harus taat kepada Allah SWT dengan cara mempelajari ilmu Agama, kemudian mempraktikannya dalam kehidupan kita, mengamalkannya dan mengajarkannya.
Semoga bermanfaat :-)
Jazakumullah khairan katsira, wassalamu'alaikum Wr. Wb :-)

0 komentar:

Posting Komentar