Misteri, 14 Februari
Memasuki
awal bulan baru
Februari
nampak begitu ditunggu
Walaupun
suasana hati masih kelabu
Tak
masalah bagi kaum perindu
Pertengahan Februari
Jadi puncak rasa menanti
Pemuda pemudi masa kini
Saling berbangga diri
Memamerkan pakaian pinkky
Berburu coklat bentuk hati
Belanja ria di mall trendy
Hingga booking hotel untuk
maksiat dan lupa diri
Entah
apa yang ada dipikirannya,
Hatinya
telah buta terkena virus cinta
Cinta
yang salah pastinya
Bukan
cinta suci dari Rabbnya
Cinta disamakan dengan nafsu
Sehingga otak dan hati tak bisa
berpadu
Kasih sayang hanya sebagai modus
anomali
Agar bisa berpacaran dengan
kedok syar’i
Kini,
Valentine telah jadi salah satu tren
Kalau
gak merayakannya gak keren
Mumpung
ada gratisan coklat dan permen
Sikat
menn
Penginapan gratis sengaja
disediakan
Khusus peringatan valentinenan
Pemuda pemudi yang sudah tak
tahan
Menjadi target tepat sasaran
MasyaAllah..
Lantas
apa kita diam saja?
Membiarkan
penerus bangsa ini terlena
Acuh
padanya, seolah mereka tak berdosa
Tak
menghiraukan nasib mereka kedepannya
Mari.. mari sadarkan mereka
lewat aksi nyata
Mari..mari suarakan kepada
mereka
No Valentine!
Jangan tukar iman dengan coklat
batangan
No. Valentine!
Jangan lemahkan aqidah dengan
diskon melimpah
No Valentine!
Jangan Mudah Terprovokasi oleh
gombalan remaja masa kini
Toleransi bukan berarti
mengikuti.
Toleransi juga tak harus
mengintimidasi
Toleransi itu jaga diri dengan
penuh kerendahan hati dan menjaga hak asasi
NO VALENTINE! YES PALESTINE!
0 komentar:
Posting Komentar